--Wanita--
6 April 2004
im
/
Tubuhnya...
Jelas beda !
Jiwanya...
Bagai sepotong kayu di lautan.
Hatinya... dalam, sedalam lautan.
....
/
Wanita...
Karya indah nan unik.
Terlihat
tapi tak terbaca.
/
Wanita...
Menyenangkan !
Banyak pria...
bertekuk di hadapannya.
/
Wanita...
Mengesalkan !
Banyak masalah
dibuatnya
/Wanita...
yang tak dimengerti
keinginannya...
---------------------------------------------------------------
aarggh sulit dekat dengan wanita, mereka... unik
Tampilkan postingan dengan label manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manusia. Tampilkan semua postingan
Senin, 12 Agustus 2013
Lucu Belajar Kebencian
oleh im*
Lucu
Menggelitik
Geli
Menggemaskan
Hasrat menggelora
Adrenalin memuncak
Nuansa kebencian merasuk
terserap, merecap
Sekelebat bayangan
Terlihat mata
Terdengar telinga
...aku...
belajar kebencian !
(Desember 2007)
Lucu
Menggelitik
Geli
Menggemaskan
Hasrat menggelora
Adrenalin memuncak
Nuansa kebencian merasuk
terserap, merecap
Sekelebat bayangan
Terlihat mata
Terdengar telinga
...aku...
belajar kebencian !
(Desember 2007)
Minggu, 11 Agustus 2013
Hari yang Panas Penuh Hitam
Hari yang panas
Penuh hitam
April 2004
/
Raja siang melengserkan sang Fajar...
Jalanan...
dipenuhi orang-orang yang menunggu datangnya kaleng maksiat
Stasiun...
dipenuhi orang-orang yang menunggu datangnya kaleng maksiat
/
Ah...
Apa mau dikata,
beginilah buah simalakama
Kaleng maksiat...
penuh sesak,
masuk dan keluarnya...
dengan perjuangan.
Kaleng maksiat....
penuh tawa-rayu,
di dalamnya...
dengan perjuangan.
/
Ah...
Apa mau dikata,
beginilah manusia.
|
im
- Kenapa Boy ? -
@imraanmuslim_18 Mei 2010_
Boy, lucu deh.
Kenapa ?
Boy, ingat baik-baik
Wakil rakyat tuh masih TK
Bahkan ada cicak lawan buaya
Lucunya lagi,
ada peniup peluit digigit arwana
Boy, lucu deh
Kenapa ?
Sejak si Ikal dan kawan-kawan muncul,
muncul pula engkau, Boy
Boy,
Kau bukan anak TK kan ?
Kau bukan cicak atau buaya kan ?
Kau juga bukan peniup peluit kan ?
Ah, ya, Boy,
yang penting kau bukan si Arwana itu kan ?
im
Tanpa Sinyal
kemanakah sinyal mu teman ?
sepuluh menit
dua puluh menit
enam puluh menit
tiada kabar
tiada sinyal
kemanakah sinyal mu teman ?
enam puluh menit
seratus dua puluh menit
tiga ratus enam puluh menit
tiada kabar
tiada sinyal
saat Mentari sudah tiada
tanpa AHA
tanpa XL
-------------------------
im
sepuluh menit
dua puluh menit
enam puluh menit
tiada kabar
tiada sinyal
kemanakah sinyal mu teman ?
enam puluh menit
seratus dua puluh menit
tiga ratus enam puluh menit
tiada kabar
tiada sinyal
saat Mentari sudah tiada
tanpa AHA
tanpa XL
-------------------------
im
-- Sendiri --
--Sendiri--
|
||
Aku senang sendiri...
Aku bisa sendiri.
Sudahlah, tenang saja.
Aku bisa menjaga diri.
Aku bisa sendiri...
/
Huh, sialan!
Apa hebatnya sendiri?!
.....
|
||
Aku senang sendiri...
Aku bisa sendiri.
Sudahlah, tenang saja.
Aku bisa menjaga diri.
Aku bisa sendiri...
/
Huh, sialan!
Apa hebatnya sendiri?!
.....
Langganan:
Postingan (Atom)